News Breaking
Youtube Live
wb_sunny

Breaking News

Traveling Sejarah ke 7 Museum Peninggalan Belanda di Jawa

Traveling Sejarah ke 7 Museum Peninggalan Belanda di Jawa

Loading...

Traveling Sejarah ke 7 Museum Peninggalan Belanda di Jawa

Belanda pernah menjajah Indonesia dalam waktu yang sangat lama yaitu sekitar 3,5 abad atau 350 tahun. Sehingga bukanlah sesuatu yang mengherankan jika dengan mudah babak belur mania bisa menemukan peninggalan Belanda saat traveling ke seluruh Indonesia. Bahkan mungkin masih banyak yang belum tahu juga bahwa jalan raya yang membentang sepanjang Pulau Jawa juga merupakan peninggalan jaman penjajahan, lebih tepatnya era Gubernur Jenderal Daendels.

Traveling Sejarah ke 7 Museum Peninggalan Belanda di Jawa

Bukan hanya jalan raya itu saja yang menjadi saksi bahwa Belanda pernah begitu lama bercokol di negeri tercinta ini. Rel kereta api dan stasiunnya yang sering babak belur mania datangi saat akan melakukan traveling juga merupakan peninggalan mereka. Hanya saja memang yang paling sering disebutkan di dalam pelajaran sejarah saat sekolah adalah peninggalan Belanda berupa museum. Jadi tidak ada salahnya kalau kita mencoba mengingat kembali tentang sejarahnya.

Mungkin babak belur mania merasa kurang tertarik datang ke museum karena mengganggapnya kuno dan membosankan. Mulai sekarang coba ubah cara pandang dan mulai melakukan traveling ke museum-museum karena di sana kita bisa menemukan banyak hal menarik. Membutuhkan referensi apa saja museum peninggalan Belanda di Pulau Jawa yang asik untuk dikunjungi? Cek berikut ini.

7 Museum Peninggalan Jaman Belanda di Pulau Jawa

Museum Fatahilah (Jakarta)

Kalau babak belur mania tinggal di ibukota Jakarta pastinya tahu tentang kota tua yang sering dijadikan lokasi pemotretan, pembuatan film dan sebagainya. Ya, di kota tua yang terkenal tersebut kita bisa menemukan salah satu museum jaman Belanda yang dinamakan Museum Fatahilah. museum fatahilah sebutan lainnya adalah museum sejarah jakarta yang dulunya merupakan balai kota batavia pada jaman belanda.

Di Museum Fatahilah ini babak belur mania juga bisa mengajak keluarga karena di dalamnya ada bagian yang bisa dijadikan wisata edukatif bagi anak-anak. Pengelola museum melengkapinya dengan fasilitas modern untuk mempermudah pengunjung memahami sejarah yang tersimpan di tempat tersebut. Bahkan konon katanya terdapat sebuah penjara bawah tanah di museum ini.

Museum Bank Mandiri (Jakarta)

Babak belur mania yang berasal dari luar Jakarta sepertinya harus meluangkan waktu mampir ke Museum Bank Mandiri saat traveling ke ibukota. Bangunan kuno yang awalnya merupakan perusahaan dagang yang dimiliki oleh Belanda ini sayang untuk dilewatkan. Di sana babak belur mania bisa melihat banyak jenis benda peninggalan sejarah yang erat kaitannya dengan kegiatan perbankan. Dengan desain arsitektur gaya Eropa klasik akan banyak spot foto menarik yang bisa diabadikan oleh babak belur mania.

Museum Wayang (Jakarta)

Di kawasan Kota Tua, Jakarta bukan hanya akan ditemukan Museum Fatahilah saja tetapi babak belur mania juga bisa melihat Museum Wayang. Beraneka jenis tokoh pewayangan yang dikenal di Indonesia dan negara lainnya bisa dilihat di dalam museum tersebut. Mengusung desain gedung berwarna putih klasik dengan gaya Eropa, Museum Wayang tersebut ternyata dulu adalah sebuah gereja bagi orang Belanda yang dibangun pada tahun 1940.

Museum Seni Rupa dan Keramik (Jakarta)

Bangunan yang dibuat pada 12 Januari tahun 1870 ini tadinya merupakan Kantor Dewan Kehakiman oleh pemerintah Hindia Belanda saat itu. Hanya saja pada saat kedatangan Jepang ke Indonesia pada tahun 1944, gedung tersebut justru dijadikan markas oleh tentara KNIL dan kemudian menjadi asrama anggota TNI.

Babak belur mania yang hobi traveling sangat disarankan untuk mengunjungi museum ini karena banyak jejak sejarah tertinggal di tempat tersebut. Di tahun 1972 gedung museum ini dijadikan sebagai cagar budaya kemudian pada tahun 1973 hingga 1976 berubah fungsi menjadi kantor walikota Jakarta Barat. Dan setelah itu diresmikan oleh Presiden Suharto sebagai Balai Seni Rupa.

Museum Nasional atau Museum Gajah (Jakarta)

Tahukah babak belur mania bahwa dalam satu kawasan dengan Tugu Monas yang menjadi ikon kota Jakarta tersebut terdapat museum yang memiliki koleksi benda bersejarah paling lengkap? Ya, kalau sedang traveling ke sekitaran Jakarta Pusat, selain melihat Tugu Monas kunjungilah juga Museum Nasional yang masih berada di kawasan yang sama. Banyak jejak sejarah zaman kerajaan kuno di Indonesia yang tersimpan di tempat tersebut.

Bangunannya yang berkonsep Eropa klasik dengan warna dominan putih bisa menjadi spot foto yang sangat bagus. Babak belur mania juga bisa berfotoria dengan latar belakang koleksi arca yang sangat beragam. Jangan lupa abadikan titik terpenting dari museum ini yaitu patung gajah yang terbuat dari perunggu. Patung tersebut pemberian Raja Siam kepada Hindia Belanda atau pemerintah Batavia saat itu. Karena itulah museum ini juga disebut Museum Gajah.

Museum Benteng Vredeburg (Yogyakarta)

Bukan hanya saat traveling ke Jakarta saja babak belur mania bisa menemukan bangunan peninggalan Belanda berupa museum. Kota gudeg Yogyakarta juga menyimpan peninggalan yang serupa yaitu Museum Benteng Vredeburg. Di tempat tersebut kita bisa melihat perjalanan sejarah perjuangan kemerdekaan seperti Perang Diponegoro, masuknya tentara Jepang ke Indonesia, sejarah berdirinya Taman Siswa dan masih banyak lagi.

Semua rekam jejak sejarah tersebut disajikan dengan informasi yang akurat. Lokasinya tidak jauh dari destinasi wisata andalan Yogyakarta yaitu Malioboro dan Pasar Beringharjo. Babak belur mania yang sering traveling ke Yogyakarta dan pernah mengunjungi Titik Nol, letak museum ini tidak jauh dari tempat tersebut. Fasilitas modern telah ditambahkan di sana agar pengunjung lebih mudah memahami sejarah dengan adanya layar sentuh.

Museum Asia Afrika (Bandung)

Konferensi Asia Afrika merupakan salah satu tonggak sejarah yang terjadi dalam masa perjuangan meraih kemerdekaan Indonesia. Konferensi Asia Afrika (KAA) diselenggarakan di kota Bandung, Jawa Barat pada tahun 1955. Jejaknya masih bisa ditemukan hingga saat ini jika babak belur mania traveling ke kota kembang tersebut.

Museum Asia Afrika berlokasi di Gedung Merdeka yang pada saat itu menjadi tempat diselenggarakannya KAA. Di museum ini kita bisa menemukan barang-barang yang menjadi saksi sejarah saat itu seperti mesin ketik yang digunakan zaman dulu, kamera dan masih banyak lagi. Untuk bisa sampai ke Museum Asia Afrika ini cukup mudah karena lokasinya sangat strategis dan banyak transportasi umum.

Itulah 7 museum peninggalan jaman Hindia Belanda yang meninggalkan jejak sejarah bagi rakyat Indonesia. Melakukan traveling dan perjalanan wisata tidak harus selalu ke pantai, ke gunung dan tempat sejenisnya. Tidak ada salahnya melakukan wisata edukasi sejarah yang akan selalu mengingatkan kita kepada perjuangan  nenek moyang dalam meraih kemerdekaan.

Yang mengagumkan dari bangunan peninggalan jaman penjajahan Belanda yang berupa gedung museum tersebut semuanya masih dalam kondisi yang sangat baik dan terawat. Meskipun telah berusia puluhan bahkan ratusan tahun semua bangunan tersebut masih sangat kokoh berdiri di tengah semakin banyaknya gedung-gedung bertingkat sebagai tanda modernisasi. Jas merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar