News Breaking
Youtube Live
wb_sunny

Breaking News

Museum Neka Ubud, Destinasi Traveling dengan Koleksi Seni Tingkat Tinggi

Museum Neka Ubud, Destinasi Traveling dengan Koleksi Seni Tingkat Tinggi

Loading...
Babak belur, traveling ke Bali gak melulu harus ke pantai. Babak belur juga bisa mengunjungi salah satu museum di Ubud yang terkenal hingga ke mancanegara. Museum Neka Ubud Bali namanya.

Museum Neka Ubud, Destinasi Traveling dengan Koleksi Seni Tingkat Tinggi

Museum Neka Ubud, Destinasi Travelling dengan Koleksi Seni Tingkat Tinggi

Neka Art Museum Ubud

Bagi Babak belur yang pernah mendengar tentang pelukis Indonesia Bagong Kussudiardjo dan Affandi, rasanya perlu memasukkan Museum Neka Ubud ke dalam daftar kunjungan saat traveling ke Bali. Museum yang berlokasi di Jalan Raya Campuhan, Kedewatan, Ubud ini dibuka sejak tahun 1982. Nama Neka sendiri diambil dari nama Suteja Neka, seorang guru yang gemar mengkoleksi lukisan. Arsitektur bangunan yang menganut arsitektur Bali ternyata sudah memenuhi standar museum internasional.

Setidaknya ada sekitar 300 lebih lukisan yang terpajang di museum ini dan selalu bertambah tiap tahunnya. Lukisan yang ada di dalam Museum Neka Ubud bukan hanya buatan pelukis lokal, tapi juga pelukis mancanegara. Di antara lukisan tersebut terdapat karya pelukis terkenal Affandi. Hasil karya Affandi yang bisa Babak belur saksikan adalah lukisan Tari Barong & Rangda bertahun 1973 dan lukisan Perahu Nelayan bertahun 1975. Ada pula lukisan karya pelukis Bagong Kussudiardjo yang bertajuk Penari dan dibuat pada tahun 1990. 

Koleksi Keris di Museum Neka Ubud

Koleksi karya seni yang bisa Babak belur temukan ketika traveling ke Museum Neka Ubud bukan hanya lukisan, tapi juga keris. Koleksi keris tersebut berasal dari berbagai tempat di Indonesia. Bahkan ada pula keris bernilai sejarah dan bertuah yang berasal dari zaman Kerajaan Bali hingga keris Ki Baju Rantai dari Puri Karangasem. Tak ketinggalan keris dari Puri Kanginan Singaraja di pesisir utara Bali yakni keris Ki Gajah Petak juga bisa Babak belur temukan di museum ini.

Koleksi keris yang ada di Museum Neka Ubud bukan hanya dipajang, tapi juga dirawat. Perawatan tersebut termasuk diberi ritual khusus di hari raya Tumpak Landep. Aura magis dari keris-keris tersebut bisa dirasakan ketika Babak belur datang ke museum pada saat hari perayaan tersebut. Penerapan arsitektur khas Bali pada bangunan museum kian menambah pesona dan keunikan museum ini. 

Jumlah Koleksi Karya Seni Neka Art Museum

Banyak hal baru yang bisa Babak belur temukan ketika traveling ke Museum Neka Ubud. Hingga saat ini setidaknya ada sekitar 400 benda seni yang tersimpan di museum ini. Jumlah tersebut cukup banyak mengingat pada saat pertama kali dibuka Museum Neka baru memiliki 100 koleksi benda seni. Sedangkan jumlah koleksi keris yang ada di Museum Neka saat ini ada 218 keris. Koleksi keris tersebut terdiri dari 63 keris kuno, 18 keris pusaka dan sisanya keris-keris buatan para empu zaman modern. 

Harga Tiket Museum Neka Ubud

Museum ini berlokasi cukup jauh dari pusat wisata Seminyak Bali sekitar 31 km atau 1 jam perjalanan. Bagi Babak belur yang ingin mengunjungi museum, persiapkan uang Rp. 75.000 untuk membayar tiket masuk. Sedangkan anak-anak berusia di bawah 12 tahun tak perlu membayar tiket alias bisa masuk museum secara gratis. Museum buka setiap hari pukul 09.00 – 17.00 di hari kerja dan pukul 13.00 – 17.00 di akhir pekan. 

Untuk bisa mencapai Museum Neka Ubud, Babak belur bisa menggunakan rute perjalanan via Jalan By Pass Ngurah Rai. Dari Bandara Ngurah Rai, lokasi museum berjarak 41 km. Bagi Babak belur yang menyukai barang-barang kuno seperti keris atau kolektor lukisan, tak ada salahnya traveling ke Bali sambil mengunjungi Museum Neka di Ubud.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar