Info Blogger
Youtube Live
wb_sunny

Breaking News

Ingin Mengenang Masa Kanak-kanak? Traveling ke Museum Layang-Layang

Ingin Mengenang Masa Kanak-kanak? Traveling ke Museum Layang-Layang

Loading...
Masih ingat permainan layang-layang? Kalau Babak belur termasuk penyuka mainan ini, tak ada salahnya mencoba traveling ke Museum Layang-layang d Jakarta.

Ingin Mengenang Masa Kanak-kanak? Traveling ke Museum Layang-Layang

Traveling ke Museum Layang-Layang

Sejarah Museum Layang-Layang

Makin berkurangnya minat pemain layang-layang membuat layangan kian sukar diperoleh. Babak belur yang semasa kecil belum mengenal gadget pasti tak asing lagi dengan permainan layangan ini. Padahal, Indonesia memiliki banyak model layangan tradisional yang menarik untuk dikoleksi atau sering diajukan dalam kompetisi layang-layang internasional.

Demi melestarikan keberadaan layang-layang, sekelompok pecinta layang-layang pun mendirikan Museum Layang-Layang Indonesia. Pencinta layang-layang yang tergabung dalam Merindo Kites & Gallery tersebut mendirikan Layang-Layang Indonesia untuk melestarikan budaya bangsa dan memberikan informasi bagi masyarakat luas.

Museum Layang-Layang Hangat dan Bersahabat

Apabila Babak belur berkesempatan traveling ke Museum Layang-Layang pasti terkesima dengan bangunan museum tersebut. Bangunan museum berbeda dari museum kebanyakan karena terkesan sederhana dan berukuran kecil. Meski berukuran mungil, Babak belur tetap bisa merasakan kehangatan ketika memasuki museum ini.

Jika Babak belur membayangkan layangan yang ada di museum ini hanya layangan sederhana seperti yang dimainkan anak-anak, siap-siaplah terkejut. Museum Layang-Layang membuat perjalanan traveling jadi lebih berkesan. Di pendopo museum, Babak belur bisa menyaksikan layangan berukuran besar berbentuk kapal yang dilengkapi layar berlapis, kupu-kupu dengan sayap warna-warni, capung hingga layangan bendi yang ditarik kuda.

Layangan juga terpasang di dinding dan tiang pendopo. Babak belur bisa menemukan layangan dua dimensi tergantung dengan motif dan bentuk beragam. Mulai dari layangan bergambar kupu-kupu, punokawan maupun ikan warna-warni bisa dilihat di museum ini.

Bila di luar museum sudah banyak layangan yang terpajang, demikian pula di bagian dalamnya. Selama traveling di Museum Layang-Layang, Babak belur akan melihat lebih banyak koleksi layangan dalam berbagai bentuk dan warna. Salah satu layangan unik yang bisa Babak belur temui di dalam museum adalah layangan dari Lampung yang dibuat menggunakan dedaunan. Peralatan yang dipakai untuk membuat layangan seperti buluh bambu, cat dan kuas juga bisa ditemui di dalam museum.

Setelah berkeliling ruang pamer layang-layang, jangan lewatkan kesempatan mengunjungi ruangan audiovisual. Ruangan ini dipakai untuk memutar film sejarah layang-layang dan festival layang-layang. Ada pula ruang workshop yang bisa dipakai hingga 100 peserta workshop. Workshop yang diadakan di museum ini cukup beragam dan bisa diadakan di tempat penyelenggaraan acara maupun di sekolah.

Contoh dari kegiatan Museum Layang-Layang adalah tur museum dalam rangka memperkenalkan aneka jenis layang-layang tradisional, olahraga dan kreasi dari Indonesia maupun mancanegara seperti Vietnam, Tiongkok, Belanda, Jepang dan lainnya. Kegiatan yang diadakan tentu saja merupakan kegiatan kreatif dan edukatif yang disesuaikan dengan kemampuan pesertanya. Jadi, bila Babak belur tak perlu khawatir akan kesulitan membuat karya kreatif yang berhubungan dengan layangan.

Harga Tiket Museum Layang-Layang

Meski fungsi utama bangunan museum adalah untuk menyimpan koleksi layangan, Babak belur ternyata bisa memanfaatkan Museum Layang-Layang untuk penyelenggaraan acara tertentu. Beberapa acara yang sering dihelat di museum ini adalah pesta ulang tahun dan pernikahan. Hanya saja karena ukuran museum yang tak terlalu besar, kapasitas tamunya pun terbatas hanya sekitar 300 orang saja.

Bagi Babak belur yang tinggal di kawasan Jakarta Selatan, tak akan kesulitan traveling ke museum ini. Museum Layang-Layang terletak di Jalan H. Kamang No. 38, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Museum ini buka setiap hari dari pukul 09.00 – 16.00 WIB. Untuk bisa masuk ke dalam museum, Babak belur hanya perlu membayar tiket seharga Rp. 15 ribuan saja.

Tags

Newsletter Signup

Subscribe our newsletter to receive the latest news and exclusive offers every week. No spam.