News Blogger
Youtube Live
wb_sunny

Breaking News

Menapaki Sejarah dengan Traveling ke Benteng Amsterdam Maluku

Menapaki Sejarah dengan Traveling ke Benteng Amsterdam Maluku

Loading...

Jelajah Menapaki Sejarah dengan Traveling ke Benteng Amsterdam di Kota Maluku

Babak belur mania apakah sudah pernah melakukan traveling ke Indonesia Timur? Kalau belum segera menjadwalkan agenda untuk pergi ke sana karena banyak sekali destinasi wisata menarik di bagian timur negeri tercinta ini. Kalau merasa bosan dengan wisata pantai yang memang menjadi daya tarik utama, babak belur mania bisa melakukan wisata sejarah dengan mengunjungi Benteng Amsterdam yang ada di Maluku.

Benteng Amsterdam Maluku

Bicara tentang sejarah perang merebut kemerdekaan, tentu saja tidak bisa dilepaskan dari Maluku sebagai tujuan pertama penjajah datang ke Indonesia. Rempah-rempah yang dihasilkan oleh Maluku merupakan alasan penjajah datang dan ingin menguasai Indonesia. Benteng Amsterdam menjadi saksi bisu bagaimana kedatangan bangsa penjajah ke tanah air tercinta ini. Pattimura adalah salah satu pahlawan dari Maluku yang namanya abadi hingga sekarang.

Jadi tidak ada salahnya kalau sesekali traveling menapaki sejarah besar bangsa ini. Sebenarnya ada apa sajakah di Benteng Amsterdam tersebut?

Mengenal Benteng Amsterdam di Maluku

Lokasi

Benteng Amsterdam terletak di antara Negeri (sebutan untuk desa) Hila dan Negeri Kaitetu yang berada di Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah. Jika babak belur mania memulai perjalanan traveling dari Kota Ambon, untuk bisa sampai ke Banteng Amsterdam masih sekitar 42 kilometer lagi jaraknya. Benteng kuno tersebut berlokasi tepat di sisi pantai Negeri Hila dan Kaitetu.

Jejak Peninggalan Portugis

Sejarah mengatakan bahwa sebelum kedatangan tentara Belanda yang akhirnya menjajah selama 3,5 abad lamanya, tentara Portugis lebih dulu masuk ke wilayah Indonesia. Benteng Amsterdam sebenarnya merupakan bangunan yang dibuat oleh Portugis sebagai gudang untuk menyimpan rempah-rempah jarahan dari Maluku. Portugis membuatnya karena lokasi benteng yang dekat dengan jalur untuk keluar masuk kapal dagang sehingga memudahkan untuk mengangkut rempah.

Saksi Sejarah VOC di Indonesia

Setelah Portugis pergi dan digantikan oleh Belanda, bangunan yang tadinya berupa gudang tersebut dipugar dan direnovasi menjadi sebuah benteng pertahanan oleh Belanda. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi serangan dari Kerajaan Hitu kepada Belanda. Bangunan yang kemudian disebut dengan istilah loji tersebut juga digunakan untuk mendukung kegiatan VOC di Maluku yang merupakan perusahaan dagang milik Belanda untuk bisa melakukan monopoli perdagangan di sana.

Bentuk Bangunan

Benteng Amsterdam yang tadinya Loji milik Portugis, oleh Jenderal Jaan Ottens dibangun menjadi sebuah rumah batu pada tahun 1637. Selanjutnya untuk memperkokoh pertahanan dibangunlah pagar besar yang mengelilinginya. Pada tahun 1656 seluruh proses pembangunan selesai dan kemudian diberi nama Benteng Amsterdam.

Bangunan dari Benteng Amsterdam terdiri dari 3 lantai yang masing-masing memiliki fungsi berbeda. Lantai pertama merupakan tempat tinggal untuk para tentara Belanda dan juga sebagai gudang persenjataan. Sedangkan lantai 2 digunakan sebagai tempat tinggal para perwira Belanda, dan lantai 3 merupakan menara pengintai musuh. Semua bagian tersebut bisa kita temukan jika melakukan traveling ke Benteng Amsterdam.

Tempat Tinggal Ahli Biologi

Ada sebuah fakta lain tentang Benteng Amsterdam yang tidak berhubungan dengan peristiwa perang. Ternyata di tempat tersebut dulu pernah tinggal seorang ahli biologi asal Jerman yang bernama G.E. Rumphius. Ilmuwan tersebut tinggal di sana sekitar tahun 1627 hingga 1720.

Konon Rumphius memutuskan tinggal di Ambon setelah melakukan traveling ke Asia Timur untuk mengembangkan ilmunya. Dan satu hal yang penting adalah hasil penelitian Rumphius menjadi dasar yang penting bagi flora dan fauna yang ada di Maluku melalui karyanya yang berjudul D’Ambonsche Rariteirkamer pada tahun 1705.

Tags

Newsletter Signup

Subscribe our newsletter to receive the latest news and exclusive offers every week. No spam.