News Breaking
Youtube Live
wb_sunny

Breaking News

Museum Kereta Api Ambarawa, Destinasi Travelling Bersejarah di Kawasan Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa, Destinasi Travelling Bersejarah di Kawasan Ambarawa

Loading...
Babak belur, traveling di musim liburan tak perlu menguras kantong. Babak belur bisa mengunjung museum Kereta Api Ambarawa, museum kereta api satu-satunya di Indonesia.

Museum Kereta Api Ambarawa, Destinasi Travelling Bersejarah di Kawasan Ambarawa

Destinasi Travelling Bersejarah di Kawasan Ambarawa

Sejarah Museum Kereta Api Ambarawa

Keberadaan museum kereta api ini tak bisa lepas dari sejarah pejajahan Belanda di Indonesia. Kala itu, Kota Ambarawa menjadi kawasan militer oleh pemerintah Hindia-Belanda. Kemudian stasiun kereta api didirikan oleh Raja Willem I sebagai sarana mengangkut pasukannya. Stasiun Koening Willem I pun didirikan pada 21 Mei 1873 di Ambarawa dengan luas 127.500 meter persegi.

Babak belur, setelah Kemerdekaan stasiun ini masih beroperasi, namun pada 8 April 1976 mulai dihentikan. Tak lama kemudian Stasiun Kereta Api Ambarawa dijadikan sebagai museum kereta api oleh Gubernur Jawa Tengah Supardjo Rustam dan Kepala PJKA Eksploitasi Soeharso. Museum ini memiliki koleksi awal 21 buah lokomotif yang pernah digunakan sebagai sarana mengangkut tentara Indonesia. 

Koleksi Museum Ambarawa

Dari 21 lokomotif yang ada di Museum Kereta Api Ambarawa, 4 di antaranya memiliki keistimewaan yang tak terdapat di lokomotif lainnya. Sebagai contoh lokomotif terlambat dan terpendek yakni B.2014 dan lokomotif tertua berkecepatan 50km/jam loko C.1140 yang dibuat oleh pabrik Henssel/Sasshel. Ada juga lokomotif tercepat yakni C.2821 buatan tahun 1921 yang memiliki kecepatan 90 km/jam setara 1050 tenaga kuda. 

Sementara itu, lokomotif terbaru dengan bobot paling berat seperti lokomotif C.5018  juga bisa Babak belur saksikan di museum ini. Traveling mengunjungi museum kereta api Ambarawa terasa kembali ke zaman masa lalu karena Babak belur bisa menyaksikan barang-barang kuno seperti genta penjaga, wesel, pesawat telegram morse, pesawat telepon dan meja kursi antik. Belum lagi aktivitas lainnya seperti wisata alam menggunakan kereta api dari Ambarawa - Bedono.

Wisata Sejarah Sekaligus Wisata Alam

Traveling Babak belur akan makin lengkap bila mengikuti perjalanan dari Ambarawa menuju Bedono menggunakan kereta api bergigi. Perjalanan dari Ambarawa menuju Bedono ini berjarak sekitar 9 km dan ditempuh selama 1-2 jam. Kapasitas kereta api bergerigi ini 90 tempat duduk sehingga tak begitu panjang. Uniknya kereta api yang dipakai menggunakan mesin uap lokomotif berbahan bakar kayu jati. Perjalanan menggunakan kereta api uap akan terasa lebih seru bila Babak belur mengajak teman atau pergi berombongan. 

Traveling dari Ambarawa menuju Bedono menggunakan kereta api uap terbilang cukup mahal untuk satu kali perjalanan. Namun, Babak belur tetap bisa merasakan serunya naik kereta api diesel dari Ambarawa menuju ke Stasiun Tuntang dengan tarif yang lebih murah. Perjalanan kereta api diesel ini dijamin  memanjakan mata karena pemandangan pegunungan, area persawahan dan Rawa Pening terpapar di depan mata sepanjang perjalanan.

Harga Tiket Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa terletak di Jl. Stasiun No. 1, Ambarawa dan buka setiap hari mulai jam 08.00 – 17.00. Untuk harga tiketnya dibanderol sekitar Rp. 50.000 per orang. Sementara itu, tarif naik kereta api bergerigi dari Ambarawa ke Bedono berkisar antara Rp. 10 jutaan setiap kali perjalanan dan hanya bisa dinikmati menggunakan sistem carter.

Traveling ke Museum Kereta Api Ambarawa akan terasa lebih menyenangkan bila dilakukan di hari kerja di mana pengunjung tak begitu banyak. Tapi, kalau Babak belur ingin mengunjungi di musim liburan pun boleh saja. Biasanya turis mancanegara dari Belgia dan Belanda menjadi pengunjung rutin museum ini di masa liburan. 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar