Info Blogger
Youtube Live
wb_sunny

Breaking News

Melihat Koleksi Pesawat Terbang di Museum Dirgantara Mandala

Melihat Koleksi Pesawat Terbang di Museum Dirgantara Mandala

Loading...
Ingin pengalaman yang berbeda saat traveling ke Yogyakarta? Kunjungi saja Museum Dirgantara Mandala yang terletak di kawasan Pangkalan Adisutjipto.

Melihat Koleksi Pesawat Terbang di Museum Dirgantara Mandala

Melihat Koleksi Pesawat Terbang di Museum Dirgantara Mandala

Sejarah Museum Dirgantara Mandala

Museum Dirgantara Mandala awalnya bernama Museum TNI AU dan diresmikan pada 4 April 1969 di Makowilu Tanah Abang Bukit, Jakarta. Namun pada tahun 1977 museum tersebut dipindah dan diintegrasikan dengan Museum yang ada di Ksatrian AAU Pangkalan Adisutjipto Yogyakarta. Kemudian pada 29 Juli 1978 museum tersebut diresmikan sebagai Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.

Mengingat jumlah koleksi museum yang kian meningkat, maka museum dipindahkan ke gedung bersejarah di Wonocatur pada tahun 1984. Gedung bersejarah tersebut merupakan bekas pabrik gula di zaman penjajahan Belanda dan Depo Logistik di zaman pendudukan Jepang.  Hingga saat ini museum pun kian diperbarui dan ditingkatkan jumlah koleksinya sehingga layak dijadikan destinasi traveling baik anak muda maupun orang tua.

Koleksi Museum Dirgantara Mandala

Hingga saat ini Museum Dirgantara Mandala memiliki sekitar 40 koleksi pesawat terbang dan 10.000 koleksi komponen alusista. Selain itu, ketika traveling ke museum ini Babak belur juga bisa menyaksikan diorama, foto, lukisan, tanda-tanda kehormatan dan koleksi unik lainnya yang disusun sesuai dengan kronologi kejadian. Salah satu pesawat yang bisa Babak belur temui di Museum Dirgantara Mandala yakni pesawat WEL RI X.

Pesawat WEL RI X merupakan pesawat buatan Indonesia pertama yang dibuat tahun 1948. Ada juga pesawat Pembom Guntai yang dibuat tahun 1930. Pesawat ini direbut dari Jepang ketika Belanda melakukan aksi blokade dirgantara Indonesia.

Pesawat kepresidenan hadiah dari Amerika Serikat yakni pesawat Jet Star juga bisa Babak belur temukan di museum ini. Pesawat kepresidenan tersebut pernah dipakai oleh Presiden Soekarno dalam kunjungan ke Singapura, Malaysia, Vietnam, Filipina dan Thailand. Selain itu, Babak belur juga bisa menyaksikan aneka pesawat pemburu, pesawat angkut dan pesawat latih periode 1950-1965.

Monumen Perjuangan TNI AU

Di samping koleksi pesawat terbang, Babak belur juga bisa menyaksikan Monumen Perjuangan TNI AU ketika traveling di Museum Dirgantara Mandala. Monumen yang dahulu disebut sebagai Monumen Ngoto ini dibangun pada 1 Maret 1948 oleh AURI. Tujuan dari pembangunan Monumen Perjuangan TNI AU yakni untuk memperingati jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA yang diserang oleh pesawat pemburu Kitty Hawk milik Belanda pada 29 Juli 1947.

Monumen ini pernah mengalami pemugaran hingga dua kali. Pemugaran pertama dilakukan pada Juli 1981 ketika jabatan Kasau dipegang oleh Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi. Pemugaran kedua dilakukan pada tahun 2000 ketika Kasau dijabat oleh Marsekal TNI Hanafie Asnan. Pada pemugaran yang kedua itulah nama Monumen Ngoto kemudian diganti menjadi Monumen Perjuangan TNI AU.

Harga Tiket dan Cara Menuju ke Museum Dirgantara Mandala

Untuk menuju ke Museum Dirgantara Mandala caranya cukup mudah. Bila Babak belur dari Bandara Internasional Adi Sucipto langsung belok ke kiri (barat) hingga mencapai pertigaan Janti. Kemudian di pertigaan Janti belok ke kiri (selatan) melewati jembatan layang Janti, ikuti saja jalannya. Setelah menurun, kurangi kecepatan dan di sebelah SMK Angkasa Babak belur bisa langsung belok kiri terus saja hingga bertemu portal yang dijaga petugas.

Babak belur bisa mengunjungi Museum Dirgantara Mandala setiap hari mulai pukul 08.00 – 15.00. Untuk bisa masuk ke museum, Babak belur harus membayar tiket seharga Rp. 4 ribuan per orang. Di musim liburan, biasanya jumlah pengunjung cukup ramai terutama oleh rombongan anak sekolah. Jadi, bila ingin menikmati suasana liburan yang lebih nyaman di museum ini sebaiknya traveling saat hari kerja.

Tags

Newsletter Signup

Subscribe our newsletter to receive the latest news and exclusive offers every week. No spam.