Kisah Singkat Nabi Ibrahim dan Mukjizatnya

Pembahasan Artikel BabaKBeluR.com kali ini, Tentang Nabi Ibrahim AS Yang Pernah Dusta

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail

Ibrahim a.s adalah nabi ke-6 dalam agama Islam. Nabi Ibrahim a.s juga dikenal dalam agama Kristen dan Yahudi sebagai Abraham. Ibrahim a.s memiliki gelar Sahabat Allah (Khalil Allah) yang mana gelar tersebut diberikan langsung oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Nabi Ibrahim a.s adalah termasuk dalam nabi yang memiliki gelar Ulul Azmi. Ulul Azmi merupakan sebuah gelar kenabian istimewa yang diberikan kepada para rasul yang memiliki kedudukan khusus karena ketabahan dan kesabaran yang luar biasa dalam menyebarkan ajaran tauhid.

Nabi Ibrahim a.s adalah termasuk dalam nabi yang memiliki gelar Ulul Azmi. Ulul Azmi merupakan sebuah gelar kenabian istimewa yang diberikan kepada para rasul yang memiliki kedudukan khusus karena ketabahan dan kesabaran yang luar biasa dalam menyebarkan ajaran tauhid.

Hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, oleh imam Muslim tentang Nabi Ibrahim a.s. tidak dapat menjadi pemberi syafa’at Uzhma karena nabi Ibrahim a.s. pernah berbohong. Maka bohong nabi Ibrahim a.s. itu diceritakan oleh Rasulullah saw, dalam beberapa riwayat diantaranya adalah:




عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَمْ يَكْذِبْ إِبْرَاهِيمُ النَّبِيُّ عَلَيْهِ السَّلَام قَطُّ إِلَّا ثَلَاثَ كَذَبَاتٍ ثِنْتَيْنِ فِي ذَاتِ اللَّهِ قَوْلُهُ { إِنِّي سَقِيمٌ } وَقَوْلُهُ { بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَذَا } وَوَاحِدَةٌ فِي شَأْنِ سَارَةَ فَإِنَّهُ قَدِمَ أَرْضَ جَبَّارٍ وَمَعَهُ سَارَةُ وَكَانَتْ أَحْسَنَ النَّاسِ فَقَالَ لَهَا إِنَّ هَذَا الْجَبَّارَ إِنْ يَعْلَمْ أَنَّكِ امْرَأَتِي يَغْلِبْنِي عَلَيْكِ فَإِنْ سَأَلَكِ فَأَخْبِرِيهِ أَنَّكِ أُخْتِي فَإِنَّكِ أُخْتِي فِي الْإِسْلَامِ فَإِنِّي لَا أَعْلَمُ فِي الْأَرْضِ مُسْلِمًا غَيْرِي وَغَيْرَكِ فَلَمَّا دَخَلَ أَرْضَهُ رَآهَا بَعْضُ أَهْلِ الْجَبَّارِ أَتَاهُ فَقَالَ لَهُ لَقَدْ قَدِمَ أَرْضَكَ امْرَأَةٌ لَا يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تَكُونَ إِلَّا لَكَ فَأَرْسَلَ إِلَيْهَا فَأُتِيَ بِهَا فَقَامَ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَام إِلَى الصَّلَاةِ فَلَمَّا دَخَلَتْ عَلَيْهِ لَمْ يَتَمَالَكْ أَنْ بَسَطَ يَدَهُ إِلَيْهَا فَقُبِضَتْ يَدُهُ قَبْضَةً شَدِيدَةً فَقَالَ لَهَا ادْعِي اللَّهَ أَنْ يُطْلِقَ يَدِي وَلَا أَضُرُّكِ فَفَعَلَتْ فَعَادَ فَقُبِضَتْ أَشَدَّ مِنْ الْقَبْضَةِ الْأُولَى فَقَالَ لَهَا مِثْلَ ذَلِكَ فَفَعَلَتْ فَعَادَ فَقُبِضَتْ أَشَدَّ مِنْ الْقَبْضَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ فَقَالَ ادْعِي اللَّهَ أَنْ يُطْلِقَ يَدِي فَلَكِ اللَّهَ أَنْ لَا أَضُرَّكِ فَفَعَلَتْ وَأُطْلِقَتْ يَدُهُ وَدَعَا الَّذِي جَاءَ بِهَا فَقَالَ لَهُ إِنَّكَ إِنَّمَا أَتَيْتَنِي بِشَيْطَانٍ وَلَمْ تَأْتِنِي بِإِنْسَانٍ فَأَخْرِجْهَا مِنْ أَرْضِي وَأَعْطِهَا هَاجَرَ قَالَ فَأَقْبَلَتْ تَمْشِي فَلَمَّا رَآهَا إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَام انْصَرَفَ فَقَالَ لَهَا مَهْيَمْ قَالَتْ خَيْرًا كَفَّ اللَّهُ يَدَ الْفَاجِرِ وَأَخْدَمَ خَادِمًا قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ فَتِلْكَ أُمُّكُمْ يَا بَنِي مَاءِ السَّمَاءِ =رواه مسلم=

Dari Abu Hurairah ra. Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Nabi Ibrahim as. tidak pernah berdusta kecuali sebanyak tiga kali, dua di antaranya menyangkut Dzat Allah Subhanahu Wa Ta'ala, yaitu ucapannya: Sesungguhnya aku sakit. (Qs. Ash Shaffaat 37: 89). Dan ucapannya: Sebenarnya patung yang besar itulah yang memukulnya. (Qs. Al-Anbiyaa’ 21: 63). Yang satu lagi adalah menyangkut diri Sarah. Karena beliau datang ke sebuah negeri yang dikuasai seorang raja diktator bersama Sarah yang ketika itu sebagai seorang wanita yang paling cantik.

Berkatalah ia kepada Sarah: Sesungguhnya raja diktator ini, jika ia mengetahui bahwa kamu adalah istriku maka dia akan mengalahkanku untuk merebutmu. Maka jika dia bertanya kepadamu katakanlah kepadanya bahwa kamu adalah saudara perempuanku. Sesungguhnya kamu memang saudara perempuanku dalam Islam. Dan sesungguhnya aku tidak mengetahui di negeri ini seorang muslim pun selain aku dan kamu.

Recommended Author



Ketika (Ibrahim a.s) memasuki negeri raja yang diktator itu, terlihatlah Sarah oleh salah seorang keluarga raja lalu ia segera menghadap dan melaporkan: Telah datang ke negeri paduka raja seorang wanita yang hanya patut menjadi milik paduka. Sang raja lalu mengirim utusan kepada Sarah dan dibawanya. Lalu Nabi Ibrahim as. segera melaksanakan shalat. Ketika Sarah datang ke hadapan raja, dia tidak mampu menguasai diri untuk langsung merangkul Sarah sehingga tangannya tergenggam erat sekali. Dia berkata kepada Sarah:

Berdoalah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar Dia melepaskan tanganku dan aku tidak akan mengganggumu. Sarah lalu berdoa. Lalu sang raja mengulanginya dan kembali tangannya tergenggam dengan lebih kuat lagi dari yang pertama. Lalu sang raja mengulangi ucapannya meminta kepada Sarah agar Tuhan melepaskan tangannya. Sarah berdoa lagi. Sang raja mengulangi lagi dan kembali tangannya terggenggam dengan lebih kuat lagi daripada yang pertama dan kedua. Sang raja berkata: Berdoalah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar Dia melepaskan tanganku.

Demi Allah Subhanahu Wa Ta'ala aku tidak akan menganggumu. Dan Sarah berdoa lagi sehingga terbukalah tangannya. Sang raja lalu memanggil orang yang membawa Sarah: Sesungguhnya kamu membawakan kepadaku seorang wanita setan bukan manusia.

Usirlah ia dari negeriku dan berikanlah kepadanya Hajar. Lebih lanjut Nabi saw. mengatakan: Kemudian Sarah kembali dengan berjalan kaki. Ketika Ibrahim as. melihat, disambutnya seraya bertanya: Bagaimana kabarmu? Sarah menjawab: Baik-baik saja, Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah berkenan melindungiku dari gangguan tangan raja durhaka itu dan ia telah memberikan seorang pelayan. Abu Hurairah ra, berkata, Maka itu adalah ibu kamu hai Bani Mais Sama’. HR. Muslim No.4371

Dalam sebuah hadits dalam Mustadrak Al-Hakim dan Musykilil Atsar At-Thahawi, bahwa Rasulullah saw, bersabda:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكُمْ سَتَفْتَحُونَ مِصْرَ وَهِيَ أَرْضٌ يُسَمَّى فِيهَا الْقِيرَاطُ فَإِذَا فَتَحْتُمُوهَا فَأَحْسِنُوا إِلَى أَهْلِهَا فَإِنَّ لَهُمْ ذِمَّةً وَرَحِمًا أَوْ قَالَ ذِمَّةً وَصِهْرًا … =رواه مسلم=

Dari Abu Dzar ra, ia berkata, Bersabda Rasulullah saw “Sesungguhnya kalian akan menaklukkan kota Mesir. Ia adalah bumi yang diberi nama Qirath. Jika kalian menaklukkannya, maka berbuat baiklah kepada penduduknya, karena mereka memiliki hak dan hubungan rahim” atau beliau bersabda, “hak dan hubungan pernikahan……” HR. Muslim

Yang dimaksud oleh Rasulullah dengan hak perjanjian, hubungan rahim atau hubungan pernikahan yang dimiliki orang-orang Mesir adalah, karena Hajar, ibu Ismail, berasal dari kalangan mereka dan Rasulullah saw adalah salah seorang keturunannya.

Pelajari Juga Hadits Tentang Jual Beli Yang Dilarang ISLAM dan Jenisnya DI SINI
Related Keyword: mukjizat nabi ibrahim, cerita nabi ibrahim, mukjizat nabi ibrahim dalam al quran, kisah nabi ibrahim dan ismail, kisah cerita islami, kisah teladan nyata, nama ayah nabi ibrahim
Reaction:

BabaK BeluR Channel Merupakan Sumber Informasi dan Pengetahuan Serta Sarana Untuk Membangun Masyarakat Yang Gemar Membaca Sehingga Menjadikan Masyarakat Gemar Menulis

Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info