Sejarah Nabi Nuh Alaihissalam dan Keturunannya

Pembahasan Artikel BabaKBeluR.com kali ini, Kisah dan Mukjizat Nabi Nuh Alaihissalam serta Keturunannya

Kisah Nabi Nuh Alaihissalam

Nabi Nuh Alaihissalam adalah keturunan ke 10 nabi Adam Alaihissalam Ayah nuh Bernama lamik, lengkapnya Nuh bin Lamik bin Matu Syalih bin Idris. dialah salah seorang nabi yang pandai berhujah, fasih berbicara tajam pikiran dan cerdas akhlaknya sifat nya sabar dan sangat tenang.

antara nabi Adam dan nai Nuh Alaihissalam berjarak 12 abad. disaat nabi nuh Alaihissalam diangkat menjadi rasul, kehidupan manusia sedang kacau. dimana ejahatan merajalela dan manusia tidak memiliki sifat kemanuasiaan.

Perjuangan Nabi Nuh Alaihissalam adalah ancaman bagi para pembesar.

Nabi Nuh Alaihissalam termasuk rasul ulul azmi, yaitu rasul yang sabar dan kuat dalam menghadapi hardik dan ancaman kaumnya.

nabi nuh Alaihissalam hidup ditengah kaum yang kehilangan syar'iyyah. undang-undang agama allah telah musnah setelah kurang lebih 1200 tahun sejak nabi adam Alaihissalam mereka menyembah patung wad, suwa, yaghuts, ya'uuq, dan nasr. yang dianggap sebagai tuhan nenek moyang nya. mereka percaya bahwa patung-patung itu memberikan manfaat dalam kehidupannya selama 12 abad.

nabi nuh Alaihissalam berusaha agar para kaumnya kembali ke jalan Allah. dengan berbagai perjuangan. nuh termasuk pandai berhujah menyampaikan risalah allalh. dengan fasihnya berpidato, bersama cara-cara yang mendasar dan mengena. dia adalah retorik terhebat dimasanya dan setiap penyampaiannya selalau masuk akal dan dapat diterima dengan mudah.


dalam perjuangannya nabi nuh mendapatkan tentangan dan rintangan dari para pembesar, dakwah yang disampaikannya tidak serta merta diterima oleh kaumnya, walaupun telah disampaikan secara baik dan muah dipahami, apalagi para pemilik harta, dan pemilik jabatan. mereka menentang dakwah yang dilakukan oleh nabi Nuh Alaihissalam

namun nabi Nuh tidak pernah gentar malah makin giat berdakwah. tidak jera melakukan kegiatan keagamaan dengan berbagai cara, diantaranya berdakwah, diskusi, propaganda dan memberikan contoh akhlak yang baik kepada kaumnya. dengan harapan banyak yang mengikuti jejak nabi nuh as. sehingga pengikut nabi Nuh Alaihissalam bertambah menjadi 80 orang. namun para pembesar malah menantang dan mengajaknya berdebat. nabi nuh Alaihissalam tidak gentar.

MENCIPTAKAN KAPAL

Atas doa dan wahyu dari allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagaimana tertuang dalam surah huud ayat 36-37. Akhirnya nabi nuh Alaihissalam membuat kapal sebagai wahyu dari allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk menyelamatkan para pengikutnya bila datang siksa dari Allah. nabi nuh Alaihissalam kehutan menanam kayu, untuk membuat kapal. dan nabi nuh menunggu bertahun-tahun sampai pohon tersebut besar dan dapat diolah untuk membuat kapal.

BENTUK UKURAN KAPAL

Nabi Nuh Alaihissalam membuat perahu selama dua tahun. panjangnya 300 dzira lebar 50 dzira, tinggi 30 dzira. terbuat dari kayu jati dijadikan tiga tingkat, dimana tingkat paling bawah berisi binatang-binatang liar, binatang-binatang buas, tingkat tengah berisi binatang melata, binatang ternak, dan tingkat paling atas manusia.

BANJIR 6 BULAN

Tiba-tiba Allah Subhanahu Wa Ta'ala menurunkan hujan yang yang tiada henti dan banjir selama 6 bulan. Melihat air sudah memancar sebagai banjir dan topan akan melanda dunia, nabi nuh Alaihissalam dan pengikutnya langsung memasuki kapal. dimana mereka berlawanan jenis. kapal nabi Nuh Alaihissalam mengangkut 80 orang, 40 orang laki-laki dan 40 orang perempuan. anak nabi Nuh Alaihissalam yang durhaka dan tidak termuat dalam kapal adalah kan'an dan istrinya. sedangkan keluarga nuh yang selamat hanya syam, ham, dan yafist sekaligus istri mereka.

Recommended Author


banjir semakin mengamuk, selama 6 bulan mengombang-ambingkan kapal nabi nuh Alaihissalam dan pengikutnya. tepat tanggal 10 muharam sekitar tahun 2370 sm. baanjir sudah surut bersama terdamparnya nabi nuh Alaihissalam dan pengikiutnya dipegunungan al-judi (armini). mereka turun dan selamat atas penjagaan dan wahyu Allah taala. wallahu a'lam bis showab.

Allah subhanahu wa ta’ala mengutus Nuh ‘alaihissalam ketika berhala dan para thaghut disembah dan orang-orang mulai terjerumus ke dalam kesesatan dan kekufuran. Allah mengutusnya sebagai rahmat bagi para hamba-Nya. Nuh ‘alaihissalam adalah rasul pertama yang diutus kepada penghuni bumi.

Tatkala Allah mengutus Nuh ‘alaihissalam ia menyeru kaumnya untuk mengesakan peribadatan kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Menyeru agar mereka tidak menyamakan peribadatan kepada Allah dengan patung-patung, berhala, dan thaghut. Mereka harus mengakui (meyakini) keesaan Allah serta mengakui bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dan tidak ada Rabb selain-Nya.”

“Dan mereka berkata: ‘Janganlah sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula Suwaa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr. “‘ (QS. Nuh: 23).

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, Ini merupakan nama-nama orang yang shalih di kalangan kaum Nuh. Ketika mereka meninggal, syetan membisikkan kepada kaum mereka untuk memasang patung di majelis-majelis yang dahulu biasa mereka gunakan. Mereka namakan patung-patung itu dengan nama-nama orang-orang shalih tersebut. Mereka pun melakukannya dan saat itu patung-patung tersebut belum disembah. Hingga setelah mereka meninggal, dan ilmu mulai punah, maka patung-patung itupun disembah.

Nabiyullah Nuh ‘alahissalam menyeru mereka kepada Allah dengan beragam metode dakwah, baik di waktu malam atau siang hari, sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, dengan metode targhib (anjuran) dan tarhib (ancaman), namun semua metode ini tidak membuahkan hasil. Bahkan kebanyakan mereka tetap berada dalam kesesatan, kesewenang-wenangan, serta menyembah patung dan berhala. Mereka menampakkan permusuhan kepada Nuh serta merendahkannya. Merendahkan orang-orang yang beriman kepadanya serta mengancam mereka dengan rajam dan pengusiran. Mereka mampu merenggut sebagian orang-orang yang beriman dan berhasil mencapai tujuannya. Waktu terus berjalan dan perdebatan antara Nuh ‘alaihissalam dan kaumnya terus berkelanjutan, sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang lalim.” (QS. Al-Ankabut: 14)

Meskipun dengan rentang waktu yang sangat panjang ini, namun sangat sedikit sekali kaumnya yang mau beriman kepadanya. Setiap kali pergantian generasi, maka mereka senantiasa berwasiat kepada generasi berikutnya untuk tidak beriman kepada Nuh, berupaya memeranginya serta menyelisihinya. Karakter yang mereka miliki adalah enggan beriman dan mengikuti kebenaran.

Nabiyullah Nuh ‘alaihissalam mendoakan keburukan untuk mereka, suatu doa yang muncul dari kemarahan karena Allah. Allah pun mengabulkan permohonannya. Maka, saat itulah Allah memerintahkan Nuh untuk membuat bahtera. Bahtera tersebut terdiri dari tiga tingkat, yang tiap-tiap tingkatnya memiliki ketinggian sepuluh hasta. Tingkat bawah diperuntukkan untuk hewan ternak dan binatang buas. Bagian tengah untuk manusia, sedangkan tingkat atas untuk bangsa burung.

Badai taufan melanda seluruh hamparan bumi: “Dan Nuh memanggil anaknya.” (QS. Hud: 42) Nama anak Nabi Nuh ini adalah Yam, saudara Sam, Ham, dan Yafits. Ia adalah seorang yang kafir, maka ia pun binasa bersama orang-orang yang binasa. Ketika penduduk bumi telah binasa dan tidak ada seorang pun yang tersisa darinya dari para penyembah selain Allah, maka Allah memerintahkan bumi untuk menelan airnya dan memerintahkan langit untuk menahan air hujan.

Tatkala air telah surut dari permukaan bumi dan memungkinkan lagi untuk bekerja dan tinggal di atasnya, maka atas perintah Allah, Nabi Nuh ‘alaihissalam turun dari bahtera yang berhenti di atas puncak Gunung al-Judi, yaitu gunung yang berada di tanah jazirah yang sudah teramat masyhur. Orang-orang yang berada di atas bahtera bersama Nuh berjumlah delapan puluh orang beserta keluarganya. Ketika Nuh turun ke kaki Gunung al-Judi, ia membangun satu perkampungan yang ia namakan dengan perkampungan tsamanin (delapan puluh), sehingga datang suatu hari ketika lisan-lisan mereka mengucapkan bahasa yang bercampur aduk sebanyak delapan puluh bahasa. Salah satunya adalah bahasa Arab. Sebagian mereka tidak memahami pembicaraan sebagian yang lain, sehingga Nuh ‘alaihissalam menjadi juru bahasa di antara mereka.

Allah berfirman:

“Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.” (QS. Ash-Shaffat: 77)

Semua jenis keturunan Adam yang berada di muka bumi saat ini, nasabnya kembali kepada tiga anak Nuh, yaitu: Sam, Ham, dan Yafits.

Dari Samurah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sam bapak bangsa Arab, Ham bapak bangsa Habasyah, sedang Yafits bapak bangsa Romawi.”

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Nabiyullah Nuh ‘alaihissalam ketika menghadapi kematian, ia berkata kepada anaknya, ‘Sesungguhnya aku wasiatkan kepadamu bahwa aku memerintahkan kepadamu dua hal dan melarangmu pula dari dua hal. Aku perintahkan kepadamu untuk mengucapkan kalimat La ilaha illallah; karena iika sekiranya tujuh langit dan tujuh lapis bumi diletakkan di satu telapak tangan dan kalimat la ilaha illallah diletakan di telapak tangan yang lain, niscaya akan lebih berat kalimat la ilaha illallah. Dan (aku perintahkan kepadamu) mengucapkan kalimat: ‘Subhanallah wa bihamdih’, karena kalimat tersebut adalah shalatnya (doanya) segala sesuatu dan karenanya makhluk diberi rezeki. Aku melarang dirimu dari berbuat syirik dan berlaku sombong.’

Mengenai kubur Nabi Nuh, Ibnu Jarir dan lainnya meriwayatkan bahwa kubur Nuh berada di Masjidil Haram. Pendapat ini lebih kuat bila dibandingkan dengan pendapat para ulama muta’akhkhirin yang menyatakan bahwa kuburannya berada di daerah al-Biqa yang sekarang dikenal dengan sebutan Kark Nuh. Wallahu a’lam bis shawwab.

Baca Juga Artikel Tentang Rencana Israel Mendirikan Kembali Haikal Sulaiman DI SINI
Related Keyword: kisah nabi nuh, nabi nuh kristen, silsilah nabi nuh, kakek nabi nuh, cerita nabi nuh lengkap, kakek nabi nuh, video kisah nabi nuh, kisah nabi nuh alaihissalam, kapal nabi nuh asli
Reaction:

BabaK BeluR Channel Merupakan Sumber Informasi dan Pengetahuan Serta Sarana Untuk Membangun Masyarakat Yang Gemar Membaca Sehingga Menjadikan Masyarakat Gemar Menulis

Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info